SPBU
PURBAYA GROUP
Keterangan
yang saya dapat dari Bapak Tris sebagai pengawas di SPBU cabang Mulyosari,
total karyawan dari Purbaya Group adalah 110 karyawan dengan rincian : kantor
pusat Nginden: 25 orang, MER: 23 orang, Kalijudan: 22 orang, Buduran:17 orang, dan
Mulyosari 23 orang. Omset per hari berkisar antara Rp.70-80jt.
Setiap
hari SPBU cabang Mulyosari dapat menjual 23 ton bahan bakar meliputi bensin
jenis premium, pertamax dan solar. Solar dan premium adalah jenis bahan bakar
yang paling laris.
Untuk
mendapatkan stock bahan bakar SPBU cabang Mulyosari mengorder dari Pertamina
pada jam pelayanan pukul 14.00 lalu keesokan pagi harinya datang orderan yang
diminta.
Salah satu kesulitan atau hambatan kecil yang
dialami pengusaha SPBU adalah jenis barang yang dijual adalah barang homogen.
Sehingga SPBU Purbaya Group meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan dengan
memperbaiki pelayanan kepada konsumen dengan menggunakan pelayanan yang bernama
Standart Operasional. Contoh: senyum, salam dan sapa kepada konsumen, isi angin
gratis dan toilet gratis. Pada saat tertentu SPBU Purbaya Group juga menggunakan
pelayanan dengan menggunakan card, baik kartu kredit maupun kartu debit.
KITTO
SWALAYAN
Kitto Swalayan adalah salah satu
swalayan yang terletak di Jalan Mulyosari No 87, Surabaya yang didirikan oleh
seorang dokter bernama Dr.Tjipto pada tahun 1988. Saat ini kepengurusan Kitto
Swalayan dialihkan kepada Christo, seorang sarjana managemen, putra kandung dari
Dr.Tjipto.
Pak Christo mengaku tidak mengetahui berapa
besarnya modal awal untuk memulai bisnis Kitto
Swalayan. Yang beliau tahu, pada awalnya Kitto Swalayan tidak sebesar dan selengkap sekarang. Kitto
Swalayan saat ini 4x lebih besar dari awalnya yang hanya berupa ruko kecil.
Pak Christo mengaku pengelolaan Kitto Swalayan masih secara konvensial.
Dalam arti beliau sebagai Owner juga sebagai direktur utama sekaligus merangkap
sebagai manager. Saat ini Pak Christo mempunyai 42 orang karyawan. Omset per hari
mampu mencapai Rp 50-60jt. Beliau belum mempunyai tanggungan, karena belum
menikah.
BAKWAN
SRI TUNGGAL
Berawal dari menjadi karyawan penjual bakwan
keliling selama 4 tahun di daerah Nginden, kini Pak Toyo telah sukses menjadi
pengusaha “Bakwan Sri Tunggal”. Usaha Bakwan Sri Tunggal dimulai pada awal
tahun 2001 dengan modal awal Rp 24jt untuk 6 gerobak.
Lokasi usaha
Bakwan Sri Tunggal terletak di Jalan Tegal Mulyorejo Baru No.46,Surabaya. Saat
ini Pak Toyo mempunyai 12 karyawan di rumahnya dan 8 karyawan di cabangnya yang
terletak di daerah Bungurasih.
Setiap hari karyawannya memproduksi bakwan secara gotong royong, lalu berangkat
berkeliling menjajakan bakwan dari jam 9.00 – 18.00. Bahan utama dari bakwan
adalah menggunakan daging sapi, ayam dan ikan tengiri. Harga untuk satu porsi bakwan
adalah Rp 7500,- Untuk omset per hari Pak Toyo mengaku omsetnya tidak terlalu dia perhitungkan, karena omsetnya juga tidak
pasti. Selain itu Pak Toyo juga juga berbagi kepada fakir miskin, anak yatim
dan saudara-saudaranya, sehingga Beliau tidak telalu memperhitngkan pemasukan
dan pengeluaran. Beliau mengatakan hidup ini
yang penting happy.
Hambatan yang
dialami adalah mahalnya bahan baku berupa daging dan tengiri yang mahal untuk
memproduksi bakwan. Pak Toyo mempunyai tanggungan seorang istri, 2 orang anak
dan 5 orang keponakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar